“No. What would you like to say?”
“Oh, come on. Do you not realize that your face is a mess now?” tanya Lulu gemas.
“Really?” aku berjalan kearah cermin dan menatap bayanganku.
Ternyata apa yang dikatakan Lulu benar, mukaku saat ini berantakan sekali dan rambutku juga acak-acakan. Aku segera mengambil sisir dan merapikan rambutku serta memoles sedikit bedak agar mukaku terlihat lebih baik.
“Nah, sekarang cepat kamu ke lobby Anna. Kasihan Emily, dia sudah menunggumu dari setengah jam yang lalu.” ujar Lulu sambil mendorongku keluar kamar.
“Iya, iya…” jawabku.
Aku segera menuju ke lobby hotel dan mencari Emily. Tidak mudah bagiku untuk segera bisa menemukannya, karena saat aku tiba di lobby, ternyata banyak orang yang mengenaliku, kemudian meminta tanda tangan dan berfoto bersama denganku. Mau tak mau aku meng-iyakan permintaan mereka. 15 menit kemudian akhirnya aku bisa menghindar dari kepungan orang-orang itu dan menemukan Emily sedang duduk sambil bermain netbook putih miliknya. Aku segera berlari-lari kecil kea rah Emily.
“Emily, I’m so sorry. I made you waiting so long.” ujarku lalu memeluk Emily.
“It’s alright Anna. I know you are very busy these day.”
“I’m feel bad to you Emily. What can I do to make it up?”
“Hm… Let me see. You must do all my science tasks.” jawabnya santai.
“What?”
“I’m kidding, Anna…” Emily tertawa kecil melihatku bingung.
“Hhhh… You scared me Emily…”
“Oh, really?” godanya.
“Ah… Sudahlah lupakan hal itu dulu ya…” pintaku dengan raut muka memelas – yang aku yakini akan membuat hati Emily luluh.
“Baiklah.”
“Emily, kok tiba-tiba kamu datang ke hotel ini?”
“Tidak boleh ya? Ya sudah, aku pulang dulu, ya…”
“Ih… bukan begitu maksudku…”
“Well, aku sedang pergi dengan mamaku, dan melewati hotel ini. Kemudian aku teringat kalau kamu pernah bilang kamu akan menginap di hotel ini, jadi aku meminta pada mamaku untuk menurunkanku disini.”
“Oh… Eh, kamu sudah bertemu dengan Georgie hari ini?”
“Sudah. Dan em.... aku ingin bertanya sesuatu mengenai Georgie padamu Anna.”
“Kamu ingin bertanya apa?” tanyaku sedikit was-was.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar